Buku Indie Label

Sekarang udah banyak penulis yang menerbitkan bukunya sendiri…
mungkin banyak yang masih belum tau, kenapa penulis-penulis ini melakukannya??
sedikit yang bisa saya bantu..

Kelebihan dari penerbitan indie adalah bahwa anda yang memegang semua kendali atas proses penerbitan hasil karya anda. Dari mulai awal proses penulisan sampai dengan pendistribusian.

Hal ini jauh berbeda apabila anda mengirim naskah anda ke sebuah penerbit. Anda harus menunggu seleksi, **biasanya dijawab satu bulan kemudian**, kalau naskahnya dianggap bagus bisa di lanjutkan ke proses editing, tapi kl enggak ya maap..maap naskahnya dibalikin..heheheh
biasanya yang bikin makan hati ya proses pengajuan ini, sering nya bikin makan hati…
makanya biasanya penulis melanglang buana di jagad penerbitan, menawarkan tulisannya dari satu penerbit ke penerbit yang lain..

setelah proses editing, yaitu pracetak dan sampai proses cetak dan terakhir pendistribusian.

Nah, bagaimana kiat-kiat untuk dapat menerbitkan secara indie label?

1. Naskah.
Poin ini pasti sudah jelas. Sebelum melakukan berbagai proses penerbitan, kita harus memiliki sebuah naskah. Naskah dapat diperoleh melalui menulis sendiri atau memperoleh dari orang lain.

2. Editing.
Setelah kita memiliki sebuah naskah, maka tahap selanjutnya adalah proses editing. Proses ini bertujuan “mempercantik” naskah yang telah kita miliki agar nantinya dapat dinikmati oleh pembaca. Jika kita belum mempunyai seorang editor tetap, kita bisa menggunakan jasa editor freelance. Karena ada beberapa proses dalam editing ini.

3. Layout.
Pada tahap ini, naskah yang telah di-edit, kemudian di-layout menjadi sebuah buku sesuai spesifikasi yang telah kita tentukan sebelumnya. Proses layout ini mencakup layout isi dan cover.

4. Cetak.
Setelah proses layout selesai dan sudah yakin akan tampilan isi dan perwajahan buku anda, sekarang saatnya mencetak buku tersebut.

5. Distribusi.
Setelah buku tercetak, pekerjaan anda selanjutnya adalah mendistribusikannya ke toko-toko agar pembaca dapat membeli buku tersebut. Dalam mendistribusikan buku-buku itu anda tidak perlu mengantarnya sendiri ke setiap toko buku, karena selain hal ini tidak efisien dan membuang banyak waktu serta tenaga, juga sangat tidak efektif, sebab kemampuan anda untuk mendistribusikan buku itu sendiri tidak akan bisa mencakup seluruh toko yang ada di Indonesia, padahal anda ingin agar buku-buku yang telah diterbitkan itu bisa dipajang di seluruh toko di Indonesia. Lantas, bagaimana solusinya?

Solusi terbaik adalah menggunakan jasa distributor. Dengan menggunakan jasa distributor, semua buku anda akan tersebar ke seluruh toko buku di Indonesia. Biasanya para distributor itu akan meminta bagian sekitar 35% hingga 55% dari harga buku anda.

Nah, demikian kiat-kiat yang mungkin bisa membantu Anda.

Mengenai HAKI, setahu saya dalam dunia penerbitan tidak ada. Yang ada hanyalah ISBN. ISBN ini penting apabila anda ingin buku anda bisa diterima oleh toko-toko buku besar.

Semoga membantu.

Posted in Artikel, SELF PUBLISHING.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *